Semarang, 2 Juli 2026 – Menjawab tantangan dan dinamika dunia industri kreatif yang semakin berkembang pesat, gelaran Info Session #11 sukses dilaksanakan secara daring pada Kamis, 2 Juli lalu. Kali ini, acara berfokus pada topik yang sedang hangat dan sangat dinantikan oleh para desainer serta akademisi, yaitu “Desainer Interior di Era AI: Profesi yang Akan Hilang atau Makin Dibutuhkan?”.
Dipandu dengan apik oleh Pak Ign. Ngesti Yuwono, S.T., M.Kom. selaku Kaprodi Desain Interior ATPIKA dan moderator, sesi ini menghadirkan dua narasumber berkompeten yang mengupas tuntas integrasi teknologi kecerdasan buatan dari sudut pandang asosiasi profesi dan praktisi teknologi software.
Sebagai pembicara pertama, Pak Gustav Anandhita, S.T., M.T, selaku perwakilan dari HDII Jateng & Founder AI Nusantara, memaparkan pentingnya pemanfaatan teknologi AI dalam dunia desain interior saat ini. Beliau menekankan bahwa kecerdasan buatan bukanlah ancaman yang akan menggantikan peran manusia, melainkan alat (tool) revolusioner yang dapat mempercepat proses konseptualisasi dan kreativitas jika dikuasai dengan benar oleh para desainer.
Sementara itu, Pak Imam Nur Hidayat dari Pytha Indonesia, membagikan perspektif praktis mengenai efisiensi kerja di era digital. Selain membagikan wawasan industri, beliau juga memberikan live demo langsung penggunaan software PHYTA untuk menunjukkan bagaimana teknologi terkini dapat mempermudah eksekusi desain secara presisi dan efisien. Di momen ini juga ditegaskan bahwa ATPIKA kini telah resmi menjadi Official Partner dari Pytha, sebuah langkah strategis untuk memastikan mahasiswa selalu relevan dengan teknologi standar industri global.
Melalui diskusi interaktif ini, peserta tidak hanya mendapatkan gambaran umum mengenai peta masa depan profesi desainer interior di tengah gempuran AI, tetapi juga strategi taktis dan demonstrasi langsung dalam mengadopsi teknologi baru agar tetap unggul di industri.
Acara Info Session #11 ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan informasi (information gap) sekaligus menjawab kecemasan mengenai masa depan profesi desainer, serta memotivasi para peserta untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri bersama teknologi demi kemajuan industri desain interior tanah air.



